
Sejatinya area luas menjadi katarsis anak-anak, secara psikologis area luas dapat meningkatkan imun anak dan berfungsi untuk memberikan ruang ekspresi bagi anak-anak, terlebih untuk bermain bersama.
Dalam konteks sekolah, area luas juga menjadi bagian ekosistem pendidikan yang mempunyai energy positif dan kebaikan untuk tumbuh-kembangnya anak. Di sini, anak-anak bisa belajar soal lingkungan, kebersihan, interaksi antar teman dan guru, dan termasuk flora fauna. Dalam hal ini, Retno Dewanti Purba seorang Psikolog anak pernah mengatakan, bermain di area luas “pada dasarnya merupakan sebuah bentuk pembelajaran anak untuk meningkatkan kemampuan kognitif, emosi, dan sosial”.
Mengutif dari Kompas.com, panduan dari National Association for Sport and Physical Education menunjukan bahwa anak-anak harus mendapat setidaknya satu jam untuk berkativitas fisik tiap harinya. Selain membuat fisik anak terlatih – tidak ringkih – juga bisa menghindari obesitas.
Manfaat lainnya adalah anak lebih imajinatif dan kreatif karena mereka tidak hanya bermain satu hal, tetapi banyak hal. Anak juga akan perlahan terlatih keberaniannya, ketangkasannya dan tentunya kepercayaan dirinya.
Di sisi lain, orang tua mungkin akan khawatir saat si anak terjatuh, padahal disaat anak jatuh, hal ini akan menjadikan anak akan lebih waspada dan hati-hati sehingga kemampuan observasinya lebih tinggi.
Namun sayangnya masih banyak para orang tua yang beranggapan, area luas dan terbuka bukan menjadikan kebutuhan dan bagian dari hal yang sangat penting untuk tumbuh-kembangnya anak, selain karena ketidaktahuannya juga karena area luas di sekolah sangat susah didapat. Bersyukur SDIT SAMBA TARUMA hingga kini memberi fasilitas area luas.
penulis ; AS



