BEKASI, 22/8/2026 — SDS IT SAMBA TARUMA mengikuti rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) selama tiga hari yang mencakup Digitalisasi Pembelajaran, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta Literasi dan Numerasi. Kegiatan tersebut didukung dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi melalui anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik Tahun 2026.
Bimtek dilaksanakan secara bergilir di tiga sekolah dalam Gugus Kabupaten Bekasi SD 02. Setiap sekolah menjadi tempat pelaksanaan sesuai dengan bidang penguatan yang telah ditetapkan, dengan menghadirkan narasumber yang kompeten pada bidangnya.
Keikutsertaan SDS IT SAMBA TARUMA tidak berhenti pada pelaksanaan Bimtek. Sekolah selanjutnya akan mengikuti tahap penguatan implementasi agar pemahaman yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi program sekolah, perbaikan tata kelola, dan praktik pembelajaran yang berdampak terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan.

Hari Pertama: Memperkuat Digitalisasi Pembelajaran
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran yang dilaksanakan di SD Negeri Setia Asih 04, Kecamatan Tarumajaya. Kegiatan tersebut dipandu oleh Imas Fatimah, M.Pd., sebagai narasumber.
Peserta memperoleh penguatan mengenai perubahan paradigma pembelajaran pada era digital serta pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada murid.
Materi tidak hanya membahas pengenalan dan pengoperasian dasar perangkat digital. Peserta juga mendalami pemanfaatan fitur pendukung pembelajaran, penggunaan Ruang Murid, perancangan media pembelajaran interaktif, serta penyusunan perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi sesuai dengan kebutuhan belajar murid.
Penguatan berikutnya menyentuh aspek berpikir komputasional serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam pembelajaran. Materi tersebut diarahkan agar pendidik mampu menyikapi perkembangan teknologi secara cermat dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk memperkaya pengalaman belajar.
Digitalisasi dalam konteks ini tidak dipahami sekadar sebagai penggunaan perangkat. Teknologi ditempatkan sebagai bagian dari strategi pedagogis untuk membantu guru menghadirkan pembelajaran yang efektif, menarik, kontekstual, dan bermakna.

Hari Kedua: Membangun Budaya Mutu melalui SPMI
Hari kedua dilanjutkan dengan Bimtek Sistem Penjaminan Mutu Internal di SD Syahid, Kecamatan Tarumajaya. Agus Ramdhani, S.Sos., M.M.Pd., hadir sebagai narasumber dan memandu peserta memahami tata kelola sekolah melalui penerapan SPMI.
Materi diawali dengan pembahasan mengenai Standar Nasional Pendidikan sebagai kriteria minimal dan acuan mutu bagi satuan pendidikan. Delapan standar tersebut meliputi Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Pengelolaan, Standar Sarana dan Prasarana, serta Standar Pembiayaan.
Peserta kemudian mempelajari keterkaitan antara Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan, SPMI, dan Rapor Pendidikan. SPMI diperkenalkan sebagai mekanisme internal yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk memastikan proses peningkatan mutu berlangsung secara sistematis dan berkelanjutan.
Penerapan SPMI berlandaskan prinsip objektif, transparan, akuntabel, komprehensif, partisipatif, dan berkelanjutan. Sistem tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi dokumen administratif, tetapi untuk menumbuhkan budaya mutu dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.
Rapor Pendidikan menjadi sumber data utama dalam pemetaan mutu. Melalui data tersebut, sekolah dapat mengenali kondisi aktual, mengidentifikasi kesenjangan antara capaian dan standar yang diharapkan, menelusuri akar masalah, serta menentukan prioritas perbaikan secara lebih tepat.

Peserta juga mendalami lima tahapan dalam siklus SPMI, yaitu memetakan, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengendalikan. Kelima tahapan tersebut membentuk satu siklus perbaikan yang terus berulang dan berkembang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Pada tahap pemetaan, sekolah mengenali kondisi mutu berdasarkan data yang sahih, terutama Rapor Pendidikan. Hasil pemetaan kemudian digunakan untuk menentukan sasaran, program, indikator keberhasilan, serta sumber daya yang diperlukan.
Rencana perbaikan selanjutnya diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan sekolah, antara lain Kurikulum Satuan Pendidikan, Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan, serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah.
Tahap pelaksanaan menuntut keterlibatan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan terkait. Setiap kegiatan harus dijalankan sesuai rencana, didukung dokumentasi yang memadai, dan diarahkan pada pencapaian target mutu.
Sekolah kemudian melakukan evaluasi untuk mengukur keterlaksanaan program, menilai pencapaian target, mengidentifikasi hambatan, dan menentukan tindak lanjut. Hasil evaluasi menjadi dasar bagi tahap pengendalian berupa tindakan korektif, rekomendasi perbaikan, penetapan praktik baik, serta penyusunan siklus peningkatan mutu berikutnya.
Melalui kegiatan kelompok, peserta berlatih melakukan pemetaan dan perencanaan berdasarkan Rapor Pendidikan masing-masing. Pendekatan tersebut memperkuat pemahaman bahwa program sekolah semestinya disusun berdasarkan masalah dan kebutuhan nyata, bukan sekadar mengulang kegiatan rutin.

Hari Ketiga: Menguatkan Literasi dan Numerasi
Rangkaian Bimtek hari ketiga dilaksanakan di SD Negeri Bahagia 04, Kecamatan Babelan, dengan menghadirkan Irni Delaila Aprilia Yosephine, S.Sos., M.M., sebagai narasumber bidang Literasi dan Numerasi.
Materi diawali dengan asesmen awal capaian literasi dan numerasi satuan pendidikan. Peserta diajak menelaah kondisi kemampuan murid, mengenali persoalan yang dihadapi sekolah, serta memahami data sebagai dasar dalam menentukan langkah perbaikan pembelajaran.
Pembahasan dilanjutkan dengan konsep literasi dan numerasi serta dekonstruksi terhadap sejumlah miskonsepsi yang masih ditemukan dalam praktik pendidikan. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks, sedangkan numerasi tidak terbatas pada kemampuan mengerjakan soal matematika.
Keduanya merupakan kompetensi mendasar yang diperlukan murid untuk memahami informasi, bernalar, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan menggunakan pengetahuan dalam berbagai situasi kehidupan.
Peserta juga memperoleh penguatan mengenai strategi integrasi literasi dan numerasi ke dalam pembelajaran. Penerapannya tidak hanya menjadi tanggung jawab guru bahasa atau matematika, tetapi dapat dikembangkan secara kontekstual melalui berbagai mata pelajaran dan kegiatan belajar.
Pada bagian akhir, peserta menyusun perencanaan pembelajaran berdasarkan capaian literasi dan numerasi satuan pendidikan. Perencanaan tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata murid dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Enam Satuan Pendidikan dalam Satu Gugus Belajar
Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Nomor 400.3.5.5/440/Disdik/VII/2026 tanggal 14 Juli 2026 tentang Penetapan Gugus Belajar Implementasi Dana BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026, SDS IT SAMBA TARUMA tergabung dalam Gugus Kabupaten Bekasi SD 02.
Gugus belajar tersebut terdiri atas enam satuan pendidikan, yaitu:
| Satuan pendidikan | Kecamatan | Bidang/peran dalam gugus |
| SD Negeri Setia Asih 04 | Tarumajaya | Bimtek Digitalisasi Pembelajaran |
| SD Negeri Bahagia 04 | Babelan | Bimtek Literasi dan Numerasi |
| SD Syahid | Tarumajaya | Bimtek SPMI |
| PKBM Rumah Cendekia Nusantara | Tarumajaya | Penguatan Implementasi |
| SDIT Syifaul Qulub | Tarumajaya | Penguatan Implementasi |
| SDS IT SAMBA TARUMA | Tarumajaya | Penguatan Implementasi |
Pembentukan gugus belajar tidak hanya berfungsi sebagai pembagian peserta dan tempat kegiatan. Gugus menjadi ruang kolaborasi, koordinasi, pendampingan, serta pertukaran praktik baik antarsatuan pendidikan dalam mengimplementasikan BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026.
Dari Pelatihan Menuju Perubahan Nyata
Setiap rangkaian Bimtek diakhiri dengan refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut. Tahapan tersebut memiliki posisi penting karena keberhasilan program tidak hanya diukur dari kehadiran peserta atau selesainya kegiatan selama tiga hari, tetapi dari perubahan yang dapat diterapkan di sekolah.
Bagi SDS IT SAMBA TARUMA, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan kompetensi pendidik, serta menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan murid.
Hasil Bimtek selanjutnya akan dibawa ke tahap penguatan implementasi. Pada tahap tersebut, materi Digitalisasi Pembelajaran, SPMI, serta Literasi dan Numerasi akan diselaraskan dengan kondisi, kebutuhan, dan prioritas peningkatan mutu SDS IT SAMBA TARUMA.
Penguatan implementasi diharapkan menghasilkan langkah yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Digitalisasi diarahkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih bermakna; literasi dan numerasi diperkuat sebagai kompetensi dasar murid; sedangkan SPMI menjadi kerangka yang memastikan seluruh program direncanakan berdasarkan data, dilaksanakan secara konsisten, dievaluasi, dan terus disempurnakan.
Dukungan dan fasilitasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi melalui BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026 menjadi kesempatan bagi sekolah untuk mempercepat perbaikan mutu. Pemanfaatannya diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, melainkan memberikan dampak nyata terhadap tata kelola sekolah, kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, dan capaian belajar murid.
Melalui kolaborasi dalam Gugus Kabupaten Bekasi SD 02, SDS IT SAMBA TARUMA bersama satuan pendidikan lainnya diharapkan dapat membangun ekosistem belajar yang saling menguatkan. Semangat tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, adaptif, dan berkelanjutan bagi seluruh murid.
Kontributor: AS




